Menghitung Cepat dengan Cara Distributif

Senin, 27 Juli 2009

Banyak dari kita kesulitan menghitung, bahkan melihatnya saja pun mungkin kita sudah pusing. Tapi sebenarnya untuk operasi penghitungan angka sederhana seperti tambah (+), kurang (–), kali (x), dan bagi (:), tidaklah sulit jika anda mau MULAI mengerjakan. Diantara penyebab yang paling umum yang saya lihat adalah karena anak ini tidak benar-benar mengerti maksud angka dan soal.

Disini akan diberikan materi pemahaman singkat, pengerjaan cepat, dan contoh-contoh aplikatif. Diantara cara menghitung cepat tersebut adalah,


Distributif

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah ini di SD atau SMP dulu.
Saya jadi teringat cerita, begini:

Ibu saya memberikan saya 4 kotak kardus. Ibu bilang isinya ada 5 hewan, lalu saya senang dan menghitung jumlah hewan yang saya punya di kepala saya
4 kotak x 5 hewan tiap kotak = 20 hewan (4 x 5 = 20)

Lalu ibu bilang 5 hewan tersebut adalah 2 ayam dan 3 bebek.
(Ya ampun! pantas saja jumlahnya 5 karena 5 = 2 + 3)

Kemudian saya menghitung jumlah ayam yang saya punya,
4 kotak x 2 ayam tiap kotak = 8 ayam (4 x 2 = 8)

dan saya menghitung jumlah bebeknya,
4 kotak x 3 bebek tiap kotak = 12 bebek (4 x 3 = 12)

Lalu saya cek jumlah ayam dan bebek yang saya punya.
8 ayam + 12 bebek = 20 hewan (8 + 12 = 20)

Saat itu saya kaget sekali ternyata jumlahnya 20 juga padahal cara menghitungnya beda kemudian saya telusuri lagi penghitungan saya tadi dan mendapatkan,

4 kotak x (2 ayam + 3 bebek) = (4 kotak x 2 ayam) + (4 kotak x 3 bebek)

lalu saya kerjakan seperti tadi karena masih belum percaya.
= 4 x (2 + 3) = (4 x 2) + (4 x 3)
= 4 x 5 = (8) +(12)
= 20 = 20

Nah, barulah saya percaya.
Dan keesokan harinya di sekolah saya belajar soal sifat distributif, saya pun mengerti dengan cepat karena kejadian kemarin.


Saya pun membayangkan rumus itu seperi kotak ayam dan bebek, dengan “a” jadi kotaknya, “b” jadi ayamnya, dan “c” jadi bebeknya. Dan saya pun menyadari kalaupun angkanya diganti-ganti tetap akan seperti hasilnya karena kemarin saya penasaran lagi dan mencoba menghitungnya lagi dengan angka berbeda.

Nah jadi begitulah ceritanya (Saya tahu kisah ini mengharukan seru dan menegangkan tapi saya mohon maaf ini adalah kisah fiktif). Cerita ini menggambarkan pada kita hakikat sifat distributif sebenarnya, sekarang saya yakin anda sudah paham sifat distributif sekarang dan siap menggunakannya sebagai cara cepat penghitungan. Makanya sekarang saya meminta anda mengerjakan soal-soal ini.

a. 7 x 99 c. 12 x 7
b. 19 x 6 d. 14 x 8

Sudah? Lebih baik sudah. Tapi akan lebih mudah jika anda mengerjakannya dengan sifat distributif seperti ini

a. 7 x 99 = 7 x (100 – 1) = 700 – 7 = 693
b. 19 x 6 = (20 – 1) x 6 = 120 – 6 = 114
c. 12 x 7 = (10 + 2) x 7 = 70 + 14 = 84
d. 14 x 8 = 14 x (10 – 2) = 140 – 28 = 112

Intinya adalah anda harus mengubah salah satu angka menjadi angka yang mudah anda operasikan (yang menurut anda gampang), contoh

12 x 13 = … sebenarnya bisa dibentuk (10 + 2) x 13 tapi jika saya sudah hapal 12 x 12 = 144, maka bentuknya jadi 12 x (12 +1) saja.

12 x 13 = 12 x (12 +1) = 144 + 12 = 156

Sehingga bentuknya menjadi seperti diatas.
Dan untuk soal (d.) yang tadi anda juga bisa membuatnya jadi (15 – 1) x 8 jika anda sudah tahu 15 x 8 = 120, jangan sampai anda mengubahnya menjadi bentuk yang lebih sulit anda kerjakan, karena tujuan cara distributif adalah mempercepat penghitungan dengan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk mudah.

Biasakanlah mengerakan soal-soal seperti ini yang anda buat sendiri paling tidak 15 soal lagi (dan usahakan se-variatif mungkin). Ini contoh soalnya.
13 x 14 15 x 12 21 x 43
9 x 5 98 x 11 32 x 23


Bersambung ke Menghitung Cepat (2)
Masih soal distributif.

2 komentar

  1. terima kasih mas,
    cek juga posting lainnya kalau begitu

    BalasHapus

Feel free to Comment..
Bagi yang punya email silakan komentar pakai akunnya,
Bagi blogger atau pengunjung lainnya gunakan nama dan url (supaya bisa disapa)

 

Tulisan Populer